Sembalun Desa Wisata Kaki Gunung

| Selasa, 04 Juni 2013
ImageUDARA sejuk melewati hutan lindung dengan pepohonan yang lebat menawarkan pemandangan hijau yang asri. Itulah suasana jalan menuju sebuah desa yang menjadi pintu masuk menuju Gunung Rinjani, Desa Sembalun, Lombok Timur. 

Untuk mencapai desa di kaki Rinjani, ditempuh dengan perjalanan yang terus menanjak melewati hamparan pemandangan yang indah. Di puncak ketinggian sebelum mencapai Desa Sembalun para pengunjung yang telah berkendaraan lebih dari dua jam dari Kota Mataram sering melepas lelah sembari menikmati pemandangan perbukitan dan hamparan persawahan merupakan salah satu tempat favorit untuk berfoto.

    Menikmati udara dingin Sembalun, yang dilingkari kabut dan yang kadang mendadak datang adalah cara lain menikmati hidup. Damai, tenang dan tenteram. Dingin yang menusuk dan terasa merepotkan justru menawarkan kenikmatan alam yang luar biasa. ”Berada di ketinggian 1200 meter dari permukaan laut, suhu rata-rata Sembalun 19 derajad dengan suhu terendah bisa mencapai 4 derajad celsius sekitar bulan Agustus,” ungkap Abdurrahman Sembahulun (55), tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Sembalun.

    Jarak tempuh lebih-kurang 2,5 jam perjalanan dari Mataram menuju Sembalun tidak terasa, meski berkelok-kelok dan naik-turun perbukitan, mengingat sepanjang perjalanan alam kaki Gunung Rinjani menawarkan pesonanya yang alami dan bersahaja. Kendaraan-kendaraan pribadi tampak berhenti di beberapa titik indah ruang alam tersebut. Sejenak orang-orang turun dari kendaraan untuk menghisap segarnya udara pegunungan atau memotret pesona pegunungan.

    Sembalun yang dikenal sebagai penghasil bawang putih dan bawang merah ini, kini juga menjadi salah satu objek wisata alam andalan Nusa Tenggara Barat. Selain itu Sembalun dikenal sebagai penghasil kentang, wortel, kol, bunga kol, brokoli, asparagus, buncis, kacang merah, tomeo, arcis, stroberi, seledri, selada, paprika, cabe merah, apel, alpukat, nangka, buah naga, mangga, jeruk, kopi arabika dan robusta kapri dan hasil bumi lainnya. Sembalun menjadi salah satu pusat pemasok kebutuhan buah dan sayuran Pulau Lombok.

     Sebagai gerbang terdekat untuk mencapai puncak Rinjani, Sembalun hingga kini masih menawarkan suasana desa yang alami. Sentuhan modernisasi tidak tampak berlebihan di tempat ini. Masyarakatnya yang ramah, sederhana dalam kehidupan yang bersahaja sebersahaja alam yang dihadiahkan pada mereka. Namun, Sembalun bukan desa terpencil yang terisolir, karena sejauh ini komunikasi dan transportasi terbilang cukup lancar.  

    Mengingat desa ini menerima limpahan banyak pendaki dan wisatawan yang hendak menaklukkan dan menikmati Gunung Rinjani, masyarakat Desa Sembalun tampaknya paham betul apa yang harus mereka lakukan. Secara umum, terutama mereka yang langsung ada dalam lingkaran mata rantai wisata dengan minat khusus ini, seperti pemandu (guide) atau pengangkut barang (porter), selalu menjaga keaslian dan kelestarian alam Sembalun dan kawasan Gunung Rinjani karena merekalah ujung tombak pembangun citra positif Gunung Rinjani. Penduduk Sembalun telah menekuni dua profesi ini sejak dulu. 

    Masa ramai kunjungan ke Gunung Rinjani, Juni dan Juli. Puncaknya terjadi Agustus. Tiap tahun, setidaknya tiga bulan, yakni Januari, Februari dan Maret, kawasan ini ditutup mengingat cuaca yang tidak memungkinkan. Dalam masa penutupan pendakian, pilihan berwisata lain bisa dilakukan di Sembalun.

    Di sana ada atraksi unik memanggil sapi dengan garam, memanggil burung, wisata jalan-jalan seputar Desa Sembalun, memetik kopi dan cokelat, bisa juga melakukan hiking melewati perkebunan di Sajang sembari menghirup aroma harum vanila menuju air terjun awet muda, atau berkunjung ke Desa Beleq yakni desa cikal bakal desa Sembalun dan lainnya. 
Potensi wisata Sembalun terbilang lengkap. Selain menawarkan alam dan panoramanya yang memesona, juga gunung, wisata sejarah serta wisata budaya. Menurut Abdurrahman Sembahulun, budayawan dan tokoh masyarakat Sembalun, di sini ada satu desa yang menjadi cikal-bakal Lombok, yakni Desa Beleq. Jejak sejarah Lombok tidak bisa dipisahkan dari Sembalun. Dipercaya oleh masyarakat setempat, Sembalun pernah menjadi pusat budaya Lombok di masa lampau. Di Desa Beleq hanya terdapat tujuh rumah yang didirikan sekitar abad ke-13.

Berbagai peninggalan bersejarah dan bukti peradaban di Sembalun, seperti keris pusaka dan Kitab Alquran kuno bertulis tangan setidaknya masih terdapat tujuan buah dari Kedatuan Sembah Ulun (sebagai cikal bakal nama Sembalun). Terdapat pula naskah kuno lontar yang membuktikan bahwa Sembalun jauh sebelum ini memiliki tradisi sastra lisan. Dan, beberapa peninggalan lainnya. Sungguh, Sembalun dikaruniai alam yang indah menakjubkan, bukan hanya gunung dan alam melainkan juga menyodorkan sejarah peradaban yang tinggi. 

Berkunjung ke Desa Sembalun bisa menjadi salah satu pilihan berwisata murah. Beberapa penginapan tradisional yang dikelola masyarakat harga sewanya murah dan terjangkau. Rumah-rumah tradisional khas Sasak berupa berugak-berugak lengkap dengan kamar tidur yang terletak di atasnya. Salah satu tempat yang menawarkan lokasi penginapan tradisional ini adalah Bale Geleng di lokasi bekas kedatuan Sembah Ulun. Harga sewa Rp 50.000 – Rp 100.000 sehari. 

Tempat yang unik ini ditata di sebuah lokasi seperti perbukitan yang dipenuhi ratusan jenis tanaman obat dan bunga-bunga. Dari sini, puncak Rinjani dapat dinikmati jelas dari tempat ini. Kera-kera hitam bergelantungan di sekitar penginapan yang asri. Menurut Sembah Ulun, salah seorang keturunan dari Kedatuan Sembah Ulun, berugak-berugak yang dipakai sebagai tempat penginapan ini sebagian besar berusia ratusan tahun yang merupakan peninggalan dari Kedatuan Kembah Ulun. Hanya beberapa berugak yang sempat diganti kayunya ketika Sembalun diterpa angin kencang beberapa waktu lalu. Selain dipakai sebagai penginapan bagi para pendaki Rinjani, Bale Geleng kerap dipakai sebagai tempat berlibur. Bale Geleng juga menyiapkan makanan-makanan khas Sasak yang dapat dipesan sesuai dengan keinginan dengan harga yang terjangkau. 

Sembalun, desa wisata yang menawarkan kedamaian dan kepuasan berwisata. -nik 

0 komentar:

Poskan Komentar

Prev
▲Top▲